Bottom roughness analysis adalah analisis yang diperlukan untuk mensimulasikan kondisi pipeline pada seabed apabila dipasang/di-laying, sehingga apabila terdapat free span atau titik sepanjang pipa yang beresiko mengalami stress/tegangan yang tinggi dapat diketahui sejak awal sehingga dapat direncanakan perbaikan kondisi seabed sebelum pipa dipasang (pre-lay correction) atau pun setelah pipa dipasang (post lay correction).
Pada analisis bottom roughness dibutuhkan data-data sebagai berikut.
- Material dan penampang pipa (outer diameter dan wall thickness). Karakteristik ini diperlukan untuk mendefinisikan struktur (dalam hal ini pipeline) yang akan dilakukan analisis bottom roughness.
- Properti pipa lainnya seperti isi pipa saat kondisi operasional, berat CWC (Concrete Weight Coating), serta temperatur pada saat kondisi operasional.
- Profil dasar laut yang terdiri dari koordinat x-y relatif terhadap rute pipa yang akan ditinjau.
- Kondisi tanah permukaan untuk menentukan tingkat penurunan muka tanah pada berbagai kondisi desain yang berbeda, misalnya instalasi, operasional, dan hydrotest.
Analisis bottom roughness akan menghasilkan output:
- Plot tegangan pipa terhadap posisi rute pipeline
- Plot posisi pipa vertikal pipa terhadap panjang pipa
- Free span pada bentang pipa.
(Source : Tugas 2 Mata kuliah KL4220 Pipa Bawah Laut – Muhammad Deha Deni 15512072)